Senin, 27 Mei 2019

             Nabi Muhammad saw dalam dakwahnya selain memperkenalkan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, beliau juga menuntun umatnya untuk berperilaku mulia dan memberikan teladan kepada mereka. Dengan sikap sabar dan keteguhan hati, beliau mampu mengubah moral yang telah rusak menjadi manusia yang berakhlak mulia. Usaha yang dilakukan dalam membina akhlak mereka benar-benar menjadi terwujud sebagai masyarakat yang bermoral dan beradab. Karakter yang paling menonjol dari kepribadian Nabi Muhammad saw adalah akhlak yang tiada bandingannya. Akhlak Nabi sangat agung dan melebihi semua akhlak seorang manusia manapun. Sampai-sampai Allah pun memuji akhlak Nabi Muhammad saw seperti terkandung dalam surat Al-Qalam ayat 4, Allah berfirman dalam ayat itu : “Dan sesungguhnya Kamu benar-benar berbudi pekerti yang Agung.”

Akhlak budi pekerti Rasulullah SAW adalah budi pekerti yang dibentuk oleh Al-Quran, bukan karakter alamiah yang terpisah dari al-Quran. Dengan kata lain, budi pekerti (adab) Rasulullah SAW adalah Islam dan syariat.  Akhlak Rasulullah SAW merupakan wujud dari ketaatan beliau terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Beliau senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan Allah, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya
pentingnya meneladani akhlak nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari, karena masalah yang terjadi saat ini adalah krisis keteladanan dan krisis moral.

Menurut link banten.kemenag:
“Akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan, dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman. Semakin sempurna akhlak seorang muslim, berarti semakin kuat imannya,”
“Akhlak itu bukan hanya sebatas hubungan manusia dengan manusia, tetapi hubungan manusia dengan khaliqnya. Akhlak terikat dengan perintah dan larangan Allah, karena akhlak Rasulullah SAW itu adalah Al-Quran itu sendiri. Dengan demikian akhlak tidak bisa dipisahkan dari aqidah,” jelas Kepala Kantor di hadapan ratusan jemaah yang hadir.
“Itulah makna dari hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia/shalih. 

 Memberi Kabar Gembira dan Peringatan
           Rasulullah saw memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, serta mengikuti beliau. Sebaliknya beliau mengingatkan kepada mereka yang berbuat kejahatan, kemusyrikan, dan kemaksiatan agar menghentikan perbuatan-perbuatan yang terlarang itu, pahamilah Firman Allah SWT dalam Surat Fatir ayat 24 : “Sungguh, Kami mengutus engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada satupun umat melainkan di sana telah datang seorang pemberi peringatan”.

Mengajarkan Ketauhidan
               Rasulullah saw mengajarkan untuk mengesakan Allah SWT dan memberantas kemusyrikan yang dilakukan oleh masyarakat Mekkah pada saat itu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 25 : “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku”. Dan dalam surat Al-Anbiya ayat 163 : “Dan Tuhan Kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Menyempunakan Akhlak, Membangun Manusia Mulia dan Bermanfaat
            Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan dan memperbaiki akhlak umat manusia, sekaligus sebagai contoh teladan yang baik. Hal ini, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
               Keluhuran akhlak Nabi Muhammad saw tercermin di seluruh aspek kehidupan beliau. Kecintaan terhadap masyarakat yang dipimpinnya menunjukkan kasih sayang yang tulus. Ketika berdakwah beliau mendapat cemohan, hinaan, tantangan, ancaman, dan pemboikotan dari kaum Quraisy, namun beliau tidak marah. Nabi Muhammad tidak membenci bahkan mendoakan mereka agar diampuni oleh Allah SWT.

               Sekian yang dapat saya sampaikan dari materi “Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak” saya mengucapkan mohon maaf bila ada kesalahan dalam pembuatan web saya.Informasi di atas bersumber dari link dibawah ini:

http://banten.kemenag.go.id/nabi-muhammad-saw-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak/
http://sajadahmuslimku.blogspot.com/2014/03/misi-nabi-muhammad-saw-sebagai.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

             Nabi Muhammad saw dalam dakwahnya selain memperkenalkan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, beliau juga ...