Akhlak budi pekerti Rasulullah SAW adalah budi pekerti yang dibentuk oleh Al-Quran, bukan karakter alamiah yang terpisah dari al-Quran. Dengan kata lain, budi pekerti (adab) Rasulullah SAW adalah Islam dan syariat. Akhlak Rasulullah SAW merupakan wujud dari ketaatan beliau terhadap perintah dan larangan Allah SWT. Beliau senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan Allah, dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya
pentingnya meneladani akhlak nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari, karena masalah yang terjadi saat ini adalah krisis keteladanan dan krisis moral.
Menurut link banten.kemenag:
“Akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan, dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman. Semakin sempurna akhlak seorang muslim, berarti semakin kuat imannya,”
“Akhlak itu bukan hanya sebatas hubungan manusia dengan manusia, tetapi hubungan manusia dengan khaliqnya. Akhlak terikat dengan perintah dan larangan Allah, karena akhlak Rasulullah SAW itu adalah Al-Quran itu sendiri. Dengan demikian akhlak tidak bisa dipisahkan dari aqidah,” jelas Kepala Kantor di hadapan ratusan jemaah yang hadir.
“Itulah makna dari hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia/shalih.
Memberi
Kabar Gembira dan Peringatan
Rasulullah
saw memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT,
serta mengikuti beliau. Sebaliknya beliau mengingatkan kepada mereka yang
berbuat kejahatan, kemusyrikan, dan kemaksiatan agar menghentikan
perbuatan-perbuatan yang terlarang itu, pahamilah Firman Allah SWT dalam Surat
Fatir ayat 24 : “Sungguh, Kami mengutus
engkau dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai
pemberi peringatan. Dan tidak ada satupun umat melainkan di sana telah datang
seorang pemberi peringatan”.
Mengajarkan
Ketauhidan
Rasulullah
saw mengajarkan untuk mengesakan Allah SWT dan memberantas kemusyrikan yang
dilakukan oleh masyarakat Mekkah pada saat itu. Hal ini dijelaskan dalam
Al-Quran Surat Al-Anbiya ayat 25 : “Dan
Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami
wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku,
maka sembahlah Aku”. Dan dalam surat Al-Anbiya ayat 163 : “Dan Tuhan Kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa,
tidak ada Tuhan selain Dia, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
Menyempunakan
Akhlak, Membangun Manusia Mulia dan Bermanfaat
Rasulullah
saw diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan dan memperbaiki akhlak umat
manusia, sekaligus sebagai contoh teladan yang baik. Hal ini, sebagaimana
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Keluhuran akhlak Nabi Muhammad saw
tercermin di seluruh aspek kehidupan beliau. Kecintaan terhadap masyarakat yang
dipimpinnya menunjukkan kasih sayang yang tulus. Ketika berdakwah beliau
mendapat cemohan, hinaan, tantangan, ancaman, dan pemboikotan dari kaum
Quraisy, namun beliau tidak marah. Nabi
Muhammad tidak membenci bahkan mendoakan mereka agar diampuni oleh Allah
SWT.Sekian yang dapat saya sampaikan dari materi “Rasulullah Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak” saya mengucapkan mohon maaf bila ada kesalahan dalam pembuatan web saya.Informasi di atas bersumber dari link dibawah ini:
http://banten.kemenag.go.id/nabi-muhammad-saw-diutus-untuk-menyempurnakan-akhlak/
http://sajadahmuslimku.blogspot.com/2014/03/misi-nabi-muhammad-saw-sebagai.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar